Minggu, 30 Mei 2010

MATA DAN AIR



Tak mudah memejamkan mata disaat mata itu sendiri menitikkan air mata

Tak mudah menerjemahkan setitik tetes air mata dikala hati tak kuasa menafsirkan sekelumit sirkulasi hidup yang kian bergejolak

Dan

Gejolak hidup yang meledak menguraikan bahwa jiwa yang tenang harus memahami diri seutuhnya

Dan

Pemahaman diri akan tumbuh seiring gejolak-gejolak yang memuncak dalam jiwa, haus akan arti hidup sesungguhnya

Dan

Adalah titik air dimalam hening gelap gulita menetes di ulu sanubari mencipta sinfony terindah menyejukkan

Dan

Aku disini adalah kesunyian malam itu, merindukan nada beraturan yang tercipta oleh titik air yang jatuh di tenang kolam kehidupan

Dan

Biarkan hanya aku dan malam menerjemahkan dialog antara aku dan dia

Dan

Hanya bahasa malamlah sangat memahami kata-kata tak terucap yang ingin tergambar

Dan

Kucari jiwaku di gelap malam, hingga kudapat memeluknya di ujung malam

Dan

Kusambut uluran tangan jiwaku berlari menyambut sang fajar yang menebarkan senyum pagi

Dan

Takan kulepas tangan jiwaku sepanjang hari hidupku

Kueratkan gandengan tangan agar dia takan lepas dariku. 9may2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar