Tak mudah memejamkan mata disaat mata itu sendiri menitikkan air mata
Tak mudah menerjemahkan setitik tetes air mata dikala hati tak kuasa menafsirkan sekelumit sirkulasi hidup yang kian bergejolak
Dan
Gejolak hidup yang meledak menguraikan bahwa jiwa yang tenang harus memahami diri seutuhnya
Dan
Pemahaman diri akan tumbuh seiring gejolak-gejolak yang memuncak dalam jiwa, haus akan arti hidup sesungguhnya
Dan
Adalah titik air dimalam hening gelap gulita menetes di ulu sanubari mencipta sinfony terindah menyejukkan
Dan
Aku disini adalah kesunyian malam itu, merindukan nada beraturan yang tercipta oleh titik air yang jatuh di tenang kolam kehidupan
Dan
Biarkan hanya aku dan malam menerjemahkan dialog antara aku dan dia
Dan
Hanya bahasa malamlah sangat memahami kata-kata tak terucap yang ingin tergambar
Dan
Kucari jiwaku di gelap malam, hingga kudapat memeluknya di ujung malam
Dan
Kusambut uluran tangan jiwaku berlari menyambut sang fajar yang menebarkan senyum pagi
Dan
Takan kulepas tangan jiwaku sepanjang hari hidupku
Kueratkan gandengan tangan agar dia takan lepas dariku. 9may2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar